Sabtu Pahing, 30 Mei 2026
13 Dzulhijjah 1447 Hijriyah
Menghadapi tantangan hidup dewasa ini jelas tidak ringan karena persaingan hidup yang demikian tinggi sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Sumber daya yang lebih sedikit daripada jumlah manusia membuat pertarungan hidup kian berat.
Salah satu tantangan dalam berpuasa adalah menahan haus karena tetap beraktivitas bahkan ada yang bekerja berat saat berpuasa. Menahan lapar lebih mudah daripada menahan haus. Salah satu Waliyullah bernama Guru Sekumpul atau KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani memberikan amalan agar kita yang berpuasa dapat menahan haus meskipun tetap beraktivitas.
Bencana yang menimpa manusia dapat berupa banjir, longsor, gempa bumi, badai, tsunami dan lain sebagainya. Ada manusia yang mampu selamat dari bencana dan ada yang tidak dapat menghindarinya. Bisa jadi kita memiliki takdir tertimpa bencana namun takdir itu sendiri sebenarnya dapat berubah tergantung ikhtiar dan doa. Ikhtiar agar terhindar dari bencana misalnya tidak tinggal di pinggiran sungai yang suatu saat airnya bisa meluap. Adapun doanya bisa anda amalkan dibawah ini dengan niatan agar diri dan keluarga dihindari dari bencana atau selamat dari bencana apapun itu.
Banyak kasus dimana suatu keluarga diwarisi pusaka oleh orang tuanya yang sudah meninggal namun kemudian menimbulkan petaka. Entah penghuni keluarganya sakit terus menerus, sial terus menerus, hawanya panas selalu ingin marah-marah, rumah tangga berantakan, sering melihat penampakan, dihantui dan lain sebagainya. Ini artinya pusaka tersebut tidak dipelihara sebagaimana mestinya sehingga khodam pusaka marah.